Jumat, 09 Juli 2021

Makalah Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan


PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN

Dosen Pengampu : Dr. Asnil Aidah Ritonga, MA.

Disusun oleh:

Nama: Mitha Shaskila Sinaga

Nim: 0301202097

Kelas : PAI-3/Semester II



UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

FALKUTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

T.A. 2020/2021 


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI i

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penelitian 2

BAB II PEMBAHASAN 3

A. Hakikat Proses Belajar Mengajar 3

B. Tujuan Pembelajaran 4

C. Komponen-Komponen Pembelajaran 5

BAB III PENUTUP 8

A. Kesimpulan 8

B. Saran 8

DAFTAR PUSTAKA


 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Pendidikan sebagai suatu proses belajar mengajar adalah suatu proses yang paling utama pada pendidikan secara keseluruhan. Guru juga sebagai peran utama yang paling penting pada proses pendidikan belajar mengajar. Proses belajar mengajar memiliki satu kesatuan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dengan guru yang mengajar, ini memiliki arti dan makna yaitu saling berhubungan satu sama lain. Proses pendidikan adalah suatu proses yang sengaja di lakukan dengan tujuan untuk mencerdaskan setiap individu. Melalui proses pendidikan ini akan menjadikan setiap individu menjadi manusia yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa, oleh sebab itu peran pendidikan sangatlah berperan penting sebab pendidikan merupakan proses yang penting sebagai kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. 


Dalam proses belajar mengajar harus melibatkan keaktifan dari setiap mahasiswa misalkan, seperti memperhatikan, mendengar, mencatat kemudian memahami setiap pelajaran yang di berikan oleh pengajar seperti dosen maupun guru. Menurut Saleh Soegiyanto (1986 : 4) mengemukakan bahwa anak sebagai suatu system energy, karena merupakan satu system maka setiap aktivitas yang dilakukanoleh seorang anak pasti melibatkan semua bagian dari system tersebut. 


Aktivitas murid tentunya sangat di perlukan dalam proses belajar mengajar, karena itu murid harusnya aktif dalam kegiatan pembelajaran. Perlu kita lihat bahwa, pada jaman sekarang ini lebih banyak guru yang aktif di bandingkan siswa. Murid merupakan subjek dari kegiatan proses pembelajaran, dan ia sendirilah yang harus melaksanakan kegiatan belajar tersebut.


Hubungan antara guru dan siswanya merupakan hal yang tidak dapat di hindari dari kegiatan pengajaran. Keduanyana memiliki tujuan yang sama yaitu guru (mengubah) dan siswa (berubah). Antara guru dan siswa harus memiliki interaksi yang harmonis dan serasi sehingga tercipta suatu proses pembelajaran yang baik dan nyaman.


B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana hakikat dalam proses belajar mengajar? 

2. Bagaimana tujuan dari pembelajaran?

3. Bagaimana komponen-komponen dalam pembelajaran?


C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui dan memahami hakikat dalam proses belajar mengajar.

2. Untuk mengetahui tujuan dari pembelajaran.

3. Untuk mengetahui dan memahami komponen-komponen dalam pembelajaran.

4. Untuk memenuhi tugas Ilmu pendidikan Islam.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Hakikat Proses Belajar Mengajar

Dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik atau murid merupakan suatu subjek dan objek dalam kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan proses belajar mengajar adalah kegiatan belajar peserta didik dalam mencapai tujuan mengajar. Jika peserta didik secara aktif dan berusaha mencapai tujuan pengajaran, maka tujuan tersebut akan tercapai. 


Antusiasme peserta didik, tidak hanya diperlukan dari segi fisik, tetapi diperlukan juga dalam segi psikologis. Jika peserta didik hanya aktif secara fisik dan tidak aktif secara mental, maka tujuan pembelajaran belum tercapai. Hal ini setara dengan peserta didik yang belum belajar, karena peserta didik tidak akan merasakan perubahan sendiri.


Pemahaman belajar Pembelajaran menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh orang yang sadar atau sadar. Aktivitas ini mengacu pada aktivitas mental seseorang yang memungkinkan terjadinya perubahan. di dalam tubuhnya.


a) Pengertian Belajar

Pembelajaran menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh orang yang sadar ataupun disengaja. Aktivitas ini mengacu pada aktivitas mental, seseorang yang memungkinkan akan terjadinya perubahan di dalam tubuhnya.


Oleh karena itu, jika intensitas aktivitas fisik dan mental seseorang yang semakin tinggi, maka aktivitas belajar tersebut di anggap baik. Sebaliknya, jika seseorang dikatakan sedang belajar, tetapi aktivitas fisik dan mentalnya rendah, itu berarti aktivitas belajar tidak terlalu mengerti apa yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.


b) Pengertian Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001:461).Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar yang juga berperan untuk menentukan keberhasilan bagi setiap pelajar. Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu hubungan timbal balik antara huru dengan siswanya.


Dari pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan dari pengertian proses pembelajaran adalah segala usaha bersama baik guru maupun pelajar yang memiliki hubungan timbal balik dalam mengolah informasi, dengan tujuan ilmu pengetahuan yang di peroleh bisa bermanfaat untuk pelajar yang menerimanya. Para pendidik selalu berharap adanya perubahan-perubahan pada setiap diri pelajar menjadi pelajar yang lebih baik untuk bisa mencapai impian-impian mereka, bukan hanya itu mereka juga di tuntut untuk memiliki akhlak yang baik melalui proses belajar mengajar. 


Perubahan positif yang terjadi dalam diri pelajar dapat di tandai dengan adanya sisi positif dan dilihat dari perubahan tingkah laku mereka, guna menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Sebuah proses pembelajaran yang baik akan membentuk kemampuan intelektual, mampu berpikir kritis, dan memiliki sikap kreatif serta memiliki perubahan perilaku berdasarkan pengalamannya.


B. Tujuan Pembelajaran 

Tujuan pembelajaran sebenarnya adalah untuk memperoleh pengetahuan dengan suatu cara yang dapat melatih kemampuan intelektual para siswa dan merangsang keingintahuan serta memotivasi kemampuan mereka (Dahar, 1996:106).


Tujuan Pembelajaran dapat di bagi menjadi 3 yaitu: 


1. Kognitif (kemampuan intelektual)

Kognitif (kemampuan intelektual) adalah suatu proses berpikir yang melibatkan kemampuan anak untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Sikap kognitif ini memiliki tujuan kemampuan individu dalam mengenal dunia yang ada di sekitarnya yang meliputi perkembangan intelektual.


2. Afektif (perkembangan moral)

Afektif (perkembangan moral) adalah yang berkaitan dengan sikap dan moral. Ini mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Ada juga pakar yang mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Afektif memiliki tujuan tentang perkembangan sikap, perasaan, dan juga nilai yang di sebut dengan perkembangan moral.


3. Psikomotorik (keterampilan)

Psikomotorik (keterampilan) adalah domain yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motoric dan kemampuan fisik seseorang. Keterampulan yang akan berkembang jika sering di praktikkan ini dapat di ukur berdasarkan jarak, kecepatan, teknik, dan juga cara pelaksanaannya. Psikomotorik ini berhubungan tentang perkembangan keterampilan yang mengandung unsur motoric sehingga pelajar dapat mengalami perkembangan yang maju dan positif.


Berdasarkan keterangan tentang tujuan suatu proses pembelajaran, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa tujuan pembelajaran sendiri yaitu sebagai bekal untuk diri pelajar dengan kemampuan-kemampuan yang bersifat pengalaman, pemahaman, dan juga moral, kreativitas dan keterampilan sehingga memiliki perkembangan yang positif di dalam dirinya.


C. Komponen-Komponen Pembelajaran


1. Guru dan  Siswa

Guru adalah pendidik ataupun pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, seperti sekolah dasar. Sedangkan siswa merupakan seorang pelajar atau pun murid yang duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah akhir.


2. Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran merupakan muatan yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. Tanpa materi pembelajaran, proses pengajaran tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, guru yang akan mengajar harus memahami dan menguasai materi yang akan disampaikan kepada siswanya. Materi adalah sumber belajar bagi siswa yang berupa sesuatu yang membawa pesan untuk pembelajaran.


Materi pembelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya materi pembelajaran, proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Oleh karena itu, guru yang akan mengajar pasti memahami dan menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Materi pelajaran merupakan satu sumber belajar bagi siswa. Materi yang disebut sebagai sumber belajar, sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pembelajaran. 


Pada hakikatnya, jenis materi dalam pembelajaran membutuhkan strategi, media dan metode penilaian yang berbeda. Ruang lingkup dan kedalaman materi, perlu diperhatikan agar konsisten dengan tingkat kemampuannya. 


Oleh karena itu, materi pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran karena materi merupakan inti dari proses pengajaran yang disampaikan kepada siswa.


3. Metode Pembelajaran 

Metode pembelajaran adalah komponen wajib setelah guru menentukan materi pembelajaran. Berbagai metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.


Adapun metode pembelajaran tersebut yaitu :


1) Metode ceramah 

Metode ceramah yang diajarkan menurut Sanjaya (2008:147) dapat diartikan sebagai cara menyajikan dapat pembelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada kelompok siswa.


Pemahaman yang serupa dengan ungkapan oleh Hasibuan (2002:13), metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan yang ekonomis dan efektif untuk informasi dan pemahaman.


Berdasarkan dua sudut pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ceramah adalah suatu bentuk interaksi melalui informasi dan narasi secara lisan yang efektif dan ekonomis dari guru hingga siswa dalam memberikan materi pembelajaran.


2) Metode demonstrasi 

Metode demonstrasi merupakan metode pengajaran yang sangat efektif dan efisien, karena dapat membantu siswa untuk mendapatkan jawaban dengan mengamati proses atau peristiwa tertentu.


Selain itu, metode ini memungkinkan guru untuk menunjukkan bagaimana sesuatu itu terjadi, di mana keaktifan biasanya lebih banyak pada pihak guru.


3) Metode diskusi

Metode diskusi adalah dialog ilmiah yang mencakup pertukaran pendapat tentang bahan ajar yang diberikan guru kepada siswa untuk mengumpulkan opini serta kesimpulan untuk diselesaikan masalah.


Metode diskusi ini dirancang untuk menampung banyak pendapat dan kemudian memecahkan masalah yang dihadapi oleh berbagai pendapat dan dikemukakan oleh berbagai anggota kelompok diskusi.


4. Alat Pembelajaran

Alat Pembelajaran merupakan media yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong penyelenggaraan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Alat atau media pembelajaran dapat berupa makhluk hidup, benda, dan bentuk apa pun yang dapat digunakan oleh pendidik sebagai perantara menyajikan materi pembelajaran.


Menurut Roestitah, jenis-jenis alat pembelajaran yaitu sebagai berikut:

a. Manusia

b. Buku

c. Media massa

d. Lingkungan

e. Alat pengajaran

f. Museum

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Proses pembelajaran adalah segala usaha bersama baik guru maupun pelajar yang memiliki hubungan timbal balik dalam mengolah informasi, dengan tujuan ilmu pengetahuan yang di peroleh bisa bermanfaat untuk pelajar yang menerimanya. Para pendidik selalu berharap adanya perubahan-perubahan pada setiap diri pelajar menjadi pelajar yang lebih baik untuk bisa mencapai impian-impian mereka, bukan hanya itu mereka juga di tuntut untuk memiliki akhlak yang baik melalui proses belajar mengajar. 


Perubahan positif yang terjadi dalam diri pelajar dapat di tandai dengan adanya sisi positif dan dilihat dari perubahan tingkah laku mereka, guna menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Sebuah proses pembelajaran yang baik akan membentuk kemampuan intelektual, mampu berpikir kritis, dan memiliki sikap kreatif serta memiliki perubahan perilaku berdasarkan pengalamannya.


Tujuan pembelajaran dapat di bagi menjadi 3 yaitu: Kognitif (kemampuan intelektual), Afektif (perkembangan moral) dan Psikomotorik (keterampilan).


Komponen-Komponen pembelajaran yaitu guru dan siswa, materi pembelajaran, metode pembelajaran dan alat pembelajaran.


B. Saran

Makalah ini sangat baik untuk di jadikan bahan bacaan, bisa juga sebagai referensi pengetahuan agar lebih memahami tentang penjelasan dari Pendidikan Sebagai Suatu Proses Belajar Mengajar. Pada makalah ini menjelaskan secara ringkas dan jelas mengenai judul dari materi yang ada, yang Insha’Allah bermanfaat bagi para pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA


Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2013. 

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Dja'far Siddik, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Ciptapustaka Media, 2006.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: 

Kencana, 2010. 

https://eprints.uny.ac.id

http://www.jejakpendidikan.com

https://bukuanakcerdas.org

https://man1bengkalis.sch.id

https://id.wikipedia.org

https://www.seputarpengetahuan.co.id.

https://www.smpxaverius2-bdl.sch.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wisata Alam Di Sipispis