BAHASA SEBAGAI CERMIN KEBUDAYAAN
Abstrak : Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling khas dan manusiawi untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Bahasa sebagai suatu sistem komunikasi adalah suatu bagian dari sistem kebudayaan, bahkan merupakan bagian inti kebudayaan. Bahasa juga terlibat dalam semua aspek kebudayaan. Kebudayaan manusia tidak akan mungkin terjadi tanpa bahasa karena bahasa merupakan faktor utama yang menentukan terbentuknya kebudayaan.
Pendahuluan
Bahasa merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan ide, pikiran, maupun perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa kita bisa berinteraksi dengan mudah dengan orang lain. Sebaliknya, tanpa bahasa tentu akan menyulitkan seorang untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan maupun harapannya. Jadi, penting bagi seseorang untuk menguasai dan terus meningkatkan kemampuan berbahasanya.
Pengertian Bahasa
Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pengertian bahasa itu meliputi dua bidang. Pertama, bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi itu sendiri. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengaran kita. Kedua, arti atau makna, yaitu isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi terhadap hal yang kita dengar. Untuk selanjutnya, arus bunyi itu disebut dengan arus ujaran (Ritonga, 1:2012).
Fungsi bahasa yaitu sebagai berikut;
a. Tujuan praktis, yaitu untuk mengadakan antar hubungan (interaksi) dalam pergaulan sehari-hari.
b. Tujuan artistik, yaitu kegiatan manusia mengolah dan mengungkapkan bahasa itu dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis.
c. Menjadi kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain
d. Tujuan filologis, yaitu mempelajari naskah-naskah tua untuk menyelidiki latar belakang sejarah manusia, sejarah kebudayaan, dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri.
Bahasa dapat dikaji dari dua aspek, yaitu hakikatnya dan fungsinya. Pada Hakikat bahasa dapat dikaji oleh ahli-ahli linguistik. Secara garis besar, bahasa adalah suatu sistem persyaratan (semiotik) yang terdiri dari unsur-unsur isyarat dan hubungan antara unsur-unsur itu.
Aspek kedua dari pengkajian bahasa ialah fungsinya. Fungsi bahasa yang secara mendasar ialah untuk komunikasi, yaitu alat pergaulan dan perhubungan sesama manusia. Komunikasilah yang memungkinkan terjadinya suatu sistem sosial atau masyarakat. Tanpa komunikasi tidak ada masyarakat. Masyarakat atau sistem sosial manusia bergantung pada komunikasi kebahasaan.
Pengertian Budaya
Secara bahasa budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan merupakan sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan, serta meliputi sistem ide atau sebuah gagasan yang ada dalam pikiran seorang manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Kebudayaan merupakan benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, yang berupa perilaku, serta benda-benda yang bersifat nyata, sebagai contoh pola perilaku, peralatan hidup, bahasa, organisasi sosial, seni, religi, dan sebagainya, yang semuanya yang keseluruhannya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan dalam bermasyarakat.
Bahasa sebagai Sistem Simbol
Dalam proses komunikasi, ada sistem atau lambang yang disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Sistem tanda atau lambang yang disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Sistem tanda atau lambang tersebut mempunyai nilai dan acuan yang sama bagi yang berperan serta dalam berkomunikasi. Bahasa sebagai sistem simbol untuk berkomunikasi akan benar-benar berfungsi apabila pikiran, gagasan, konsep yang diacu atau diungkapkan lewat kesatuan dan hubungan yang bervariasi dari sistem simbol itu dimiliki bersama oleh penutur dan penanggap tutur.
Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan bahasa yang terpenting di kawasan Republik Indonesia. Ikrar ini sekaligus bermakna bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional, sebagai alat yang mempersatukan seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia. Namun, masih ada beberapa alasan mengapa bahasa Indonesia menduduki tempat yang terkemuka di antara beratus-ratus bahasa yang ada di nusantara. Penting tidaknya suatu bahasa dapat juga didasari pada patokan sebagai berikut:
1) jumlah penuturnya,
2) Luas penyebarannya,
3) Peranannya sebagai sarana ilmu, kesusastraan, dan ungkapan budaya lain yang dianggap bernilai.
Fungsi Bahasa dalam Kebudayaan
Fungsi bahasa dalam masyarakat adalah sebagai alat interaksi sosial, walaupun bukan satu-satunya alat interaksi sosial. Selain bahasa, masih banyak alat lain yang dapat digunakan sebagai alat interaksi sosial tersebut, tetapi apabila dibandingkan dengan media lainnya, bahasa merupakan alat yang paling penting dan lengkap, serta paling sempurna dalam melaksanakan interaksi.
Peran dan fungsi bahasa dalam masyarakat terdiri dari dua klasifikasi pokok, yaitu:
1. Berdasarkan ruang lingkup
Dalam klasifikasi ini, termasuk fungsi bahasa sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, lambang identitas bangsa, alat pemersatu antara berbagai suku bangsa dan kelompok etnis, dan alat perhubungan antara daerah dan kelompok penutur dari berbagai latar belakang budaya. Dalam kriteria fungsi bahasa seperti ini, terdapat ruang lingkup bahasa sebagai alat komunikasi dalam area yang lebih luas.
2. Berdasarkan bidang pemakaian
Dalam klasifikasi ini, termasuk aspek-aspek, seperti bahasa resmi, bahasa pendidikan, bahasa antar bahasa, bahasa dagang, bahasa agama, dan sebagainya.
Bahasa sebagai Cermin Kebudayaan
Bahasa bukan saja merupakan sarana yang ada dalam diri manusia yang dikaji sepihak oleh para ahli bahasa, melainkan bahasa juga alat komunikasi antar persona. Komunikasi selalu diiringi oleh interpretasi yang di dalamnya terkandung makna. Dari sudut pandang wacana, makna tidak pernah bersifat absolut; selalu ditentukan oleh berbagai konteks yang selalu mengacu kepada tanda-tanda yang terdapat dalam kehidupan manusia yang di dalamnya ada budaya. Oleh karena itu, bahasa tidak pernah lepas dari konteks budaya dan keberadaannya selalu dibayangi oleh budaya.
Dalam analisis semantik, Chaer (2003:51) mengatakan bahwa bahasa itu bersifat unik dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan budaya masyarakat pemakainya. Maka analisis suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa itu saja, tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa lain. Misalnya, kata ikan dalam bahasa Indonesia merujuk kepada jenis binatang yang hidup dalam air dan biasa dimakan sebagai lauk; dalam bahasa Inggris sepadan dengan fish; dalam bahasa Banjar disebut iwak. Tetapi kata iwak dalam bahasa Jawa bukan hanya berarti ikan atau fish, melainkan juga berarti daging yang digunakan juga sebagai lauk (teman pemakan nasi). Malah semua lauk, seperti tahu dan tempe sering juga disebut iwak.
Ada dua macam hubungan antara bahasa dan kebudayaan, yaitu yang pertama bahwa bahasa adalah bagian dari kebudayaan, dan kedua, bahwa seseorang belajar kebudayaan melalui bahasanya (Nababan, 1991:52). Kedua hubungan ini disebut hubungan filogenetik (yang pertama) dan hubungan ontogenetik (yang kedua).
Penutup
Bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal yang berbeda namun mempunyai hubungan yang sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Bahasa sangat dipengaruhi kebudayaan sehingga segala hal yang ada dalam kebudayaan akan tercermin di dalam bahasa. Bahasa sangat dipengaruhi cara berpikir manusia atau masyarakat penuturnya.
Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang sederajat atau yang kedudukannya sama tinggi, yang melekat pada manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar